Perhutani Sukabumi Tingkatkan Kapasitas MPA Hadapi Musim Kemarau 2026

Keamanan Tanggal: 2026 - 05 - 25 73 views Penulis: Reva Belinda
Perhutani Sukabumi Tingkatkan Kapasitas MPA Hadapi Musim Kemarau 2026
SUKABUMI, PERHUTANI (25/05/2026) | Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau tahun 2026, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat bersama Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Sukabumi melaksanakan kegiatan Pembinaan dan Peningkatan Kapasitas Kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) di Aula Perhutani KPH Sukabumi, Senin (25/05).

Kegiatan tersebut diikuti anggota MPA Palabuhanratu Sejahtera dan sejumlah instansi terkait, di antaranya Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Jawa Bali dan Nusa Tenggara, BBKSDA Jawa Barat, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sukabumi, BPBD Kabupaten Sukabumi, serta BMKG Sukabumi. Kegiatan ini bertujuan memperkuat peran masyarakat dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Administratur KPH Sukabumi, Dedy S.J. Mulyanto, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi berbagai pihak dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, pengendalian kebakaran hutan dan lahan memerlukan sinergi lintas sektor agar upaya pencegahan dan penanganan di lapangan dapat berjalan optimal.

“Kolaborasi berbagai pihak dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan sangat diperlukan. Kehadiran instansi terkait diharapkan mampu meningkatkan sinergi serta memperkuat koordinasi di lapangan,” ujarnya.

Narasumber dari Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Acad Sudrajat, menegaskan bahwa Kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) merupakan garda terdepan dalam pengendalian karhutla berbasis masyarakat. Ia menilai perlindungan hutan yang efektif dimulai dari masyarakat yang terorganisir dan aktif melakukan upaya pencegahan sejak dini.

Sementara itu, Hendra Hasan menyampaikan materi teknis terkait pencegahan kebakaran hutan, mulai dari pemantauan titik panas (hotspot) melalui aplikasi SIPONGI, sistem peringatan dini BMKG, hingga penyusunan Sistem Peringkat Bahaya Kebakaran (SPBK). Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya dokumentasi dan pelaporan kegiatan MPA sebagai bagian dari evaluasi dan peningkatan kapasitas kelompok.

Perwakilan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sukabumi dan BPBD Kabupaten Sukabumi turut menyampaikan pentingnya koordinasi dan mekanisme pelaporan cepat apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan. Sementara itu, BMKG Sukabumi mengingatkan bahwa musim kemarau tahun 2026 diprediksi datang lebih awal dengan curah hujan di bawah normal meskipun masih dalam kategori moderat.

Melalui kegiatan pembinaan tersebut, Perhutani bersama seluruh pihak terkait berharap kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sukabumi dapat semakin meningkat sehingga upaya perlindungan kawasan hutan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. (Kom-PHT/SMI/Chen)